Prinsip Hidup Bisa Berubah Seiring Waktu, Psikolog Ungkap Penyebabnya

gaya hidup | 24 Juni 2026 09:55

Prinsip Hidup Bisa Berubah Seiring Waktu, Psikolog Ungkap Penyebabnya
(dok idntimes)

JAKARTA, PustakaJC.co – Perubahan prinsip hidup atau pandangan moral seseorang merupakan hal yang wajar terjadi sepanjang perjalanan hidup. Perubahan tersebut tidak selalu dipicu oleh kepentingan pribadi maupun sikap yang tidak konsisten, melainkan bisa lahir dari munculnya pertimbangan dan pemahaman baru.

Psikolog dari Cornell University, Audun Dahl, menjelaskan bahwa banyak orang cenderung menganggap keyakinan moral yang mereka pegang sebagai sesuatu yang tetap dan sulit diperdebatkan. Namun ketika berhadapan dengan pandangan berbeda, tidak sedikit yang menganggap perbedaan tersebut muncul karena faktor emosi, kepentingan pribadi, atau kesalahan dalam bernalar.

Dalam bukunya Between Fixed and Fickle: Why Our Moral Views Keep Changing, Dahl menyebut kecenderungan tersebut sebagai konsep fixed and fickle. Istilah ini menggambarkan bagaimana seseorang sering memandang prinsip moralnya sendiri sebagai sesuatu yang benar dan stabil, sementara perubahan pandangan orang lain dianggap mudah dipengaruhi faktor nonmoral.

Menurut Dahl, pola pikir tersebut memiliki kelemahan karena jarang diterapkan kepada diri sendiri. Banyak orang tidak melihat perubahan pandangan yang mereka alami dari masa kanak-kanak hingga dewasa sebagai bentuk kesalahan berpikir. Sebaliknya, perubahan itu dipandang sebagai proses menuju pemahaman yang lebih matang.

Ia menjelaskan bahwa perubahan pandangan moral biasanya terjadi ketika seseorang menemukan alasan baru yang dianggap masuk akal dan relevan dengan kehidupannya.

Terdapat tiga faktor utama yang dapat memengaruhi perubahan tersebut. Pertama, berkembangnya kepedulian moral baru, misalnya muncul kesadaran bahwa setiap manusia, termasuk generasi mendatang, memiliki hak yang sama.

Kedua, seseorang mulai menghubungkan nilai moral yang telah diyakini dengan isu-isu yang sebelumnya kurang mendapat perhatian. Contohnya, kesadaran bahwa penggunaan bahan bakar fosil saat ini dapat berdampak buruk bagi generasi mendatang akibat perubahan iklim.