Berita

Minat Investor di Sektor Perikanan tak Maksimal

Minat Investor di Sektor Perikanan tak Maksimal
Dok dkpjatim

SURABAYA, PustakaJC.co -, Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang triwulan 1-2 realisasi penanaman modal dalam negeri dari sektor perikanan cukup rendah, yaitu sebesar 130 miliar yang tersebar di 58 proyek di seluruh Indonesia. Sementara untuk penanaman modal asing (PMA) atawa foreign direct investment (FDI) sebesar US$ 5,6 juta yang tersebar di 65 proyek.

 

Kondisi tersebut menggambarkan sektor usaha perikanan menjadi bidang usaha yang paling tidak diminati investor asing maupun domestik. Investasi di sektor perikanan ini kalah jauh dari beberapa sektor padat modal yang minim penyerapan tenaga kerja. 

 

Kondisi nasional tersebut diakui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Gunawan Saleh. Kata dia, sub sektor perikanan dan kelauran di Jatim juga memiliki potensi sumberdaya yang besar." Namun potensi ini belum ditangkap secara maksimal oleh investor," kata Gunawan pada pustakajc.co via whatsapp, Jumat, (24/7/2020).

 

Gunawan membeber, potensi besar itu salah satunya dari luas laut Jatim  sekitar 126 ribu km2, panjang pantai 3.498,12 m. Sehingga sub sektor Perikanan dan Kelautan di Jatim memiliki potensi sumberdaya yang sangat besar. 

 

Atas potensi yang besar itu Gunawan berdalih,  DKP Provinsi Jatim telah melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan minat para investor, di antaranya terus menerus melakukan upaya pemulihan sumberdaya ikan, baik dilaut maupun upaya pelestarian ikan lokal. Hal ini dilakukan agar ketersediaan stok sumberdaya ikan akan terus terjaga. 

 

Selain itu juga melakukan upaya peningkatan dan jaminan kesehatan lingkungan untuk usaha perikanan khususnya perikanan budidaya. Hal ini dilakukan dengan memberikan layanan pengujian laboratorium dan pemberian Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI dengan tarif dibawah tarif laboratorium sejenis, dengan hasil yg cepat, tepat dan akurat.

 

"Untuk para pelaku di sektor ini, DKP Prov Jatim memberikan penguatan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja perikanan, dengan memberikan berbagai macam pelatihan dan bimbingan teknis secara cuma-cuma," bebernya. 

 

Masih ungkap Gunawan, pendampingan terhadap usaha-usaha dibidang kelautan dan perikanan sesuai dengan kebutuhan ini dilakukan agar para pelaku usaha ini semakin bagus kualitasnya sehingga dapat berinovasi dan menvhasilkan produk yang bisa lebih diminati para investor.

 

Sementara itu, DKP Prov Jatim terus- menerus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai peluang investasi bidang kelautan dan perikanan. Selain itu juga melakukan percepatan verifikasi dan rekomendasi perizinan usaha perikanan.

 

Selain itu, Gunawan menegaskan bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan instansi samping dalam hal ini Bank Jatim dalam rangka penguatan permodalan. 

 

"Berbagai skema bantuan keuangan dapat difasilitasi, tentunya dengan bunga yang cukup terjangkau," tandasnya. (int)

Baca Juga : Usulan Gelar Pahlawan Nasional Syaichona Muhammad Kholil Bangkalan Didukung Gubernur Jatim
Bagikan :