Berita

Khofifah Perintahkan Rekonsiliasi BLT Dana Desa dan PKH Agar Program JPS ‘Nyekrup’ untuk Atasi Kemiskinan Akibat Covid-19

Khofifah Perintahkan Rekonsiliasi BLT Dana Desa dan PKH Agar Program JPS ‘Nyekrup’ untuk Atasi Kemiskinan Akibat Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara rekonsiliasi penyaluran bantuan sosial non tunai program keluarga harapan (PKH), Selasa (25/8/2020).

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya melakukan rekonsoliasi guna mengupayakan agar seluruh bantuan sosial maupun program jaring pengaman sosial (JPS) yang digulirkan pemerintah bisa efektif mengentaskan kemiskinan di tengah pandemi covid-19.

 

Setelah empat hari yang lalu Pemprov Jatim menyelenggarakan Rekonsiliasi Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH), Selasa (25/8/2020) giliran Rekonsiliasi Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang digelar di Hotel Dafam Surabaya.

 

Rekonsiliasi ini diikuti oleh 145 Tenaga Ahli Program Pemberdayaan Pembangunan Desa (P3MD) dan 30 Kepala Dinas PMD Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Kementerian Desa PDTT Hubungan Antar Lembaga, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan rekonsiliasi ini penting untuk bisa menyingkonkan program lintas elemen agar bisa saling bersinergi, berkolaborasi dengan satu tujuan bisa mengentaskan masyarakat Jawa Timur dari belenggu kemiskinan. 

 

Selain itu Khofifah juga menyebut rekonsiliasi ini bertujuan untuk mensinergikan berbagai bantuan sosial dari pemerintah, maupun pemerintah daerah sebagai Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat terdampak Pandemi covid-19 agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

“Saya berharap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Dinas Sosial, Pendamping Desa dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini banyak bersinggungan dengan bantuan yang masuk ke desa bisa bersinergi, berkolaborasi. Kalau bahasa saya harus ‘nyekrup’ agar program yang masuk ke desa khususnya Bansos Tunai dapat tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat jumlah” terang Khofifah.(pstk01)

Baca Juga : Jokowi Kunjungi Warga Gang Kaget di Ende
Bagikan :