
Pelestarian Naskah Kuno: Merawat Ingatan Kolektif
Disperpusip Jatim juga dikenal aktif dalam pelestarian warisan intelektual melalui konservasi dan digitalisasi naskah kuno. Sejak 2018, lebih dari 85 naskah dari pesantren, kolektor, dan tokoh masyarakat telah dialihmediakan. Pada 2025, Disperpusip kembali berhasil mengonservasi 158 naskah dari Pondok Pesantren Qomarudin, Gresik.
Koleksi tersebut meliputi kitab tafsir, fiqih, hingga manuskrip kuno seperti Serat Sri Sedana dan Mantra Tengger. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui platform digital Khasanah Naskah Kuno Jawa Timur, sebagai sumber pembelajaran terbuka yang menyatukan ilmu, sejarah, dan budaya lokal.