Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dan profesionalisme dalam tata kelola birokrasi, mulai dari penggunaan kendaraan dinas, anggaran, hingga pengelolaan keuangan non-APBN. Semua harus tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Menag mendorong percepatan digitalisasi untuk mendukung kinerja birokrasi.
“Kita harus menuju paperless office. Arsip dan laporan harus digital agar hemat waktu, hemat tempat, dan terkoordinasi dengan baik,” ujarnya. (ivan)