Ia menambahkan, MTQ juga harus dimaknai sebagai upaya membumikan Al-Qur’an.
“Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Kami ingin nilai-nilainya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ibadah maupun aktivitas lainnya. Yang paling penting adalah bagaimana kita mendapatkan keberkahan dari Al-Qur’an,” jelasnya.
Imam menegaskan ada tiga fokus utama Pemprov Jatim dalam setiap pelaksanaan MTQ, yakni sukses penyelenggaraan, pemberdayaan masyarakat termasuk ekonomi, dan prestasi kafilah. Menurutnya, pemerintah daerah juga didorong untuk melakukan pembinaan kepada para kafilah agar mampu berkompetisi di tingkat lebih tinggi.
“Bagi Jawa Timur, peserta terbaik akan kami himpun dan bina sehingga bisa menjadi kafilah yang kuat, bukan hanya di regional, tetapi juga nasional bahkan internasional. Beberapa bibit dari Jatim sudah terbukti berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Kabiro Kesra Pemprov Jatim ini.