Menurut Gubernur Khofifah, kiprah Dinsos Jatim selama ini terbukti nyata di lapangan. Mulai dari penanganan bencana, bantuan sosial, hingga pendampingan korban, seluruh jajaran Dinsos hadir dengan empati dan kecepatan.
Salah satu bukti konkret terlihat dalam tragedi ambruknya tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, akhir September lalu. Dinsos Jatim bergerak cepat bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan mendirikan dua Dapur Umum dan Dapur Air di lokasi kejadian serta di RS Bhayangkara.
Selama sepekan penuh, tim menyediakan lebih dari 4.500 porsi makanan sehat untuk keluarga korban, tim SAR, dan relawan tanpa mengenal lelah.
Tak hanya bantuan logistik, Dinsos Jatim juga menerjunkan Jatim Social Care (JSC) untuk memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi keluarga korban di posko dan rumah sakit.