Ia menjelaskan, program ini muncul sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan masyarakat perdesaan di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu. Berdasarkan data BPS Jawa Timur Maret 2025, angka kemiskinan di provinsi ini masih mencapai 9,50 persen, atau setara dengan 3,83 juta jiwa.
Panel menyebut, Prabowo ingin agar masyarakat desa memiliki kekuatan ekonomi sendiri melalui semangat gotong-royong berbasis koperasi. Karena itu, Kementerian Koperasi menurunkan 837 petugas pendamping di Jawa Timur untuk memastikan KDKMP berjalan dengan manajemen bisnis yang modern dan profesional.
“Koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tapi juga wadah pemberdayaan masyarakat. Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan anggota dan menggerakkan ekonomi lokal,” tegasnya.