Ruas Bireuen–Bener Meriah juga terputus akibat rusaknya oprit Jembatan Teupin Mane. Pemasangan bailey ditargetkan selesai 15 Desember 2025. Sementara pada koridor Bireuen–Aceh Tengah, enam jembatan putus masih menghambat akses dan ditargetkan pulih bertahap hingga 30 Desember 2025.
Penanganan serupa dilakukan di ruas Blangkejeren–Aceh Tenggara akibat badan jalan amblas di Ise-Ise dan Ponomon, dengan target pemulihan 28 Desember 2025. Akses menuju Kutacane juga ditangani melalui pemasangan bailey dan penimbunan oprit, ditargetkan fungsional pada 30 Desember 2025.
Di sisi lain, sejumlah jalur strategis sudah kembali dibuka, di antaranya Banda Aceh–Meureudu serta Meureudu–Pidie Jaya–Bireuen. Jalur Lhokseumawe–Langsa hingga Kuala Simpang juga telah fungsional, termasuk akses Kuala Simpang–perbatasan Sumatra Utara.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Kementerian PU melalui Ditjen Cipta Karya turut memperkuat layanan dasar di lokasi pengungsian. Sebanyak 30 personel, mobil tangki air, toilet portabel, hidran umum, hingga toren air dikerahkan ke Aceh Tamiang dan sejumlah kabupaten lain terdampak.
“Seluruh unit teknis bekerja tanpa jeda untuk mempercepat pemulihan di titik-titik kritis. Kami harap konektivitas Aceh segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal,” tutup Dody. (ivan)