Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Dewan Pengurus KORPRI Jatim, Adhy Karyono, menyampaikan bahwa KORPRI Jawa Timur menjadi satu-satunya KORPRI di Indonesia yang memiliki rumah sakit sendiri.
“Yang berubah adalah manajemen puncaknya. Setelah melalui proses panjang, langkah pertama yang kami lakukan adalah audit bangunan dan penataan sistem pengelolaan rumah sakit,” jelas Adhy.
Ia menambahkan, pengembangan RS KORPRI Pura Raharja akan dilakukan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana pengembangan awal berasal dari kas KORPRI yang telah disiapkan untuk mendukung peningkatan layanan.
Ke depan, RS KORPRI Pura Raharja direncanakan naik status menjadi rumah sakit umum tipe C dengan program unggulan layanan kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, akan dibangun gedung rawat jalan di dua kavling yang dimiliki serta dilakukan penataan sistem perparkiran.