Menurutnya, keberadaan bozem tersebut sangat penting untuk pengendalian banjir, khususnya di kawasan Surabaya Barat dan Lontar. Karena itu, setelah pembebasan lahan dinyatakan tuntas, pembangunan bozem dan jembatan langsung dikebut.
Eri optimistis target penyelesaian proyek bisa tercapai sesuai rencana. Ia mengakui keterlambatan sebelumnya murni disebabkan persoalan administrasi pembebasan lahan milik Kemenag.
“Karena sebenarnya di akhir tahun kemarin sudah selesai, cuma karena Kemenag ini proses tukar gulingnya baru bisa tuntas Desember,” ujarnya.