Khofifah juga menekankan bahwa rotasi kali ini menjadi yang pertama di Pemprov Jatim yang memanfaatkan Talent DNA sebagai instrumen pemetaan potensi ASN, yang kemudian diperkuat melalui uji kompetensi oleh tim panitia seleksi.
“Ini pertama kali kita menggunakan mapping Talent DNA yang dikuatkan dengan uji kompetensi. Harapannya, pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas secara maksimal dan profesional,” ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh pejabat agar mengoptimalkan program-program pokok daerah, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, dengan prinsip kehati-hatian yang sama antara program utama maupun penunjang.
“Proses kehati-hatian harus diterapkan secara seimbang, terutama pada program-program yang berdampak langsung pada masyarakat,” katanya.