Ia menegaskan, undangan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta hubungan diplomatik yang selama ini terjalin erat, termasuk dengan Jawa Timur.
Menurutnya, bulan Ramadhan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam karena ibadah puasa melatih kesabaran, keikhlasan, serta memperkuat empati dan solidaritas sosial.
“Toleransi bukan sekadar narasi, melainkan praktik nyata yang tumbuh dalam keseharian masyarakat Jawa Timur,” katanya.