Untuk mendukung distribusi, proyek ini juga dilengkapi sistem transportasi berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam untuk memuat semen curah ke kapal ekspor.
Menurut Rizki, pembangunan fasilitas tersebut saat ini telah mencapai 99 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Pada tahap awal, fasilitas ini diproyeksikan mampu mengekspor sekitar 450 ribu ton semen tahun ini, dengan potensi kapasitas hingga 1 juta ton per tahun.
“Dalam sinergi bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan kerja sama dengan Taiheiyo, fasilitas ini akan memperkuat kapasitas industri nasional untuk menjangkau pasar global, sekaligus meningkatkan utilisasi di tengah perlambatan pasar domestik,” kata Rizki.