Selain kiswah, pameran juga menampilkan dokumentasi perjalanan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dari masa ke masa melalui arsip foto hingga perkembangannya saat ini sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan edukasi masyarakat.
Pengunjung juga dapat melihat berbagai manuskrip kitab klasik yang menjadi bagian dari khazanah keilmuan Islam, seperti Kitab Tashrif Lughati, Kitab Amil, Kitab Fiqh, serta Kitab Bahjatul Ulum yang selama ini menjadi rujukan dalam tradisi pembelajaran pesantren.
Khofifah menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya melestarikan turats melalui penelitian, penelaahan, hingga penerbitan manuskrip karya ulama Nusantara.
“Hari ini sudah sekitar 400 manuskrip yang selesai diteliti, sekitar 200 sudah kita digitalisasi, dan 48 di antaranya dirangkum dalam bentuk ikhtisar dalam dua kitab,” katanya.