Meski demikian, Bhima menilai capaian tersebut masih berpotensi lebih tinggi apabila tidak dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kecenderungan masyarakat menahan belanja dan memilih menyimpan tunjangan hari raya (THR) sebagai tabungan.
Fenomena ini dipicu kekhawatiran akan kenaikan harga energi dan pangan pasca-Lebaran, yang pada akhirnya menahan laju konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, arus balik tenaga kerja ke kota juga dinilai belum optimal. Terbatasnya lapangan pekerjaan di perkotaan menjadi faktor penghambat mobilitas ekonomi pasca-Lebaran.