Menurut Khofifah, genangan air yang berlangsung cukup lama membuat tanaman padi membusuk. Kondisi ini memaksa petani harus mengulang masa tanam dari awal.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk memperbaiki infrastruktur irigasi yang ikut terdampak banjir. Perbaikan ini dinilai krusial agar sistem pengairan kembali normal saat musim tanam berikutnya.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian. Pemprov Jatim menyiapkan langkah antisipatif melalui program Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan intensitas hujan dan mempercepat surutnya genangan.
“Kami siapkan berbagai langkah, termasuk OMC, sebagai upaya mengurangi intensitas hujan agar genangan segera surut,” katanya.