Bahlil juga menyampaikan bahwa langkah diversifikasi sumber impor minyak dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah saat ini terus mencari alternatif pasokan dari berbagai negara guna mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah.
“Kami bisa mendatangkan minyak seperti apa yang telah kami lakukan dalam waktu beberapa bulan terakhir dalam kondisi krisis. Tetapi kalau rakyat tidak bisa memakai ini dengan bijak, ya berarti kan tidak saling mendukung. Itu kira-kira ya. Jadi kami harus saling mendukung dengan rakyat,” jelasnya.
Meski situasi global memanas, ia memastikan kondisi stok energi nasional masih dalam keadaan aman. Pemerintah juga terus mengoptimalkan produksi dalam negeri, meskipun sebagian kebutuhan seperti bensin dan LPG masih bergantung pada impor.