SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut koordinasi lintas lembaga telah dilakukan, termasuk dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Basarnas, dan berbagai pihak terkait. Meski saat ini sebagian wilayah masih dilanda banjir, potensi kekeringan diperkirakan mulai muncul pada April 2026. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (27/3/2026).
“Beberapa daerah seperti Tuban sudah lebih dulu mengalami kekeringan. Intensitasnya diprediksi meningkat pada Mei dan mencapai puncak pada Agustus,” ujarnya di Surabaya, Jumat, (27/3/2026).