Setidaknya ada tiga strategi utama yang kini dijalankan.
Pertama, sebanyak 195 ASN dan PPPK di bagian administratif diwajibkan bekerja dari rumah (WFH) setiap Rabu. Skema ini ditujukan untuk mengurangi konsumsi listrik kantor sekaligus menekan penggunaan bahan bakar kendaraan.
Namun demikian, Ali memastikan kebijakan tersebut tidak mengganggu fungsi utama kedewanan. ASN yang terlibat langsung dalam tugas legislasi, penganggaran, dan pengawasan tetap bekerja seperti biasa.
Kedua, pengembangan sistem Smart Office mulai digarap. Melalui sistem ini, seluruh perangkat kelistrikan seperti AC, televisi, dan audio dapat dikontrol secara terpusat.
“Ke depan, semua panel listrik bisa dikendalikan dalam satu genggaman. Tahun ini mulai kita jalankan,” jelasnya.
Ketiga, efisiensi juga menyasar sektor transportasi. ASN yang berdomisili di Surabaya diimbau menggunakan transportasi massal, sementara pegawai dari luar kota diberi opsi menginap di area kantor menjelang hari WFH untuk menekan biaya perjalanan.
“Kondisinya sederhana, tapi bisa menghemat ongkos transportasi dan kebutuhan harian,” tambahnya.