Ia menjelaskan, pendataan dilakukan secara sistematis melalui integrasi laporan kabupaten/kota serta sistem digital yang mendukung pemantauan pergerakan wisatawan secara real-time.
Berdasarkan data hingga 29 Maret 2026, komposisi wisatawan masih didominasi wisatawan nusantara sebesar 99,74 persen atau sekitar 5,314 juta orang. Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat 0,26 persen atau sekitar 14 ribu orang.
Untuk menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan pengunjung, Disbudpar Jatim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap destinasi wisata, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), perizinan, hingga kesiapan fasilitas.
Selain itu, sistem data real-time yang terhubung dengan seluruh kabupaten/kota juga terus diperkuat guna memastikan monitoring kondisi destinasi berjalan optimal selama periode libur.