Khofifah menjelaskan, nama “Suryo” diambil dari Raden Mas Tumenggung Ario Suryo, Gubernur pertama Jawa Timur sekaligus Pahlawan Nasional. Penamaan ini diharapkan menanamkan nilai historis dan semangat kepahlawanan bagi generasi muda.
“Kita ingin sirkuit ini tidak hanya menjadi lintasan balap, tetapi juga ruang lahirnya semangat baru. Agar semangat kepahlawanan beliau menginspirasi lahirnya rider-rider hebat dari Jawa Timur,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen pengembangan olahraga otomotif, Pemprov Jatim juga menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahap kedua sebesar Rp10 miliar. Sebelumnya, pada 2024 telah diberikan Rp15 miliar, sehingga total dukungan pembangunan sirkuit mencapai Rp25 miliar.