Pemerintah menargetkan sumur bor tersebut mampu memenuhi kebutuhan air bagi 233 kepala keluarga atau sekitar 780 jiwa. Tak hanya itu, layanan irigasi juga diproyeksikan menjangkau hingga 120 hektare lahan pertanian.
Dari hasil survei, potensi air tanah berada di kedalaman 130–150 meter dengan debit sekitar 2 hingga 5 liter per detik, yang masuk dalam sistem air tanah CAT Brantas.
“Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan air bisa keluar dan dimanfaatkan,” katanya.
Selain untuk kebutuhan sehari-hari, sumur bor ini diharapkan meningkatkan intensitas tanam petani. Kementerian PU juga berencana membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna memperluas akses air bersih.