SURABAYA, PustakaJC.co — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penanganan kemiskinan di Jawa Timur tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam, melainkan harus berbasis karakteristik tiap wilayah.
Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Jawa Timur terkait jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Selasa, (21/4/2026).
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, didampingi Ketua DPRD H.M. Musyafak Rouf, Wakil Ketua DPRD III Hidayat, serta dihadiri anggota DPRD dan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. Dilansir dari kominfojatim.gp.id, Rabu, (22/4/2026).