Ia optimistis ajang tersebut bisa menjadi dasar pembentukan kontingen Porprov 2027. Apalagi, Surabaya selama ini dikenal konsisten sebagai juara umum.
“Target 250 emas memang tidak kecil, tapi kami optimistis dengan persiapan yang matang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, menegaskan bahwa kompetisi bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan proses pembinaan atlet.
“Semakin banyak jam terbang, peluang atlet berkembang juga semakin besar,” katanya.
KONI Surabaya sendiri menyiapkan sistem seleksi berjenjang. Atlet peraih medali akan diprioritaskan masuk pemusatan latihan cabang (Puslatcab) sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2027. (ivan)