Sebelumnya, beredar pesan di grup WhatsApp orang tua murid terkait penghentian sementara distribusi MBG dari salah satu dapur SPPG di Sidoarjo mulai 8 Mei 2026 karena keterlambatan pencairan anggaran dari pemerintah pusat.
Menanggapi hal itu, Emil meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh. Pemprov Jatim disebut terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar layanan MBG tetap berjalan dan tidak mengganggu siswa penerima manfaat.
“Kami terus melakukan koordinasi agar operasional dapur MBG tetap berjalan dan pelayanan kepada siswa tidak terganggu,” tegasnya.
Program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Jawa Timur. (ivan)