Budi menjelaskan, sebenarnya skema penyerapan sudah tersedia, namun perlu penguatan manajemen distribusi agar berjalan lebih efektif di lapangan.
“Penyerapannya sebenarnya ada, tinggal kita atur manajemennya supaya SPPG bisa berjalan baik, sehingga telur bisa terserap dengan baik,” ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan skema agar komoditas pangan lain seperti daging ayam dapat diserap ketika harga jatuh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam kondisi ini, BGN diharapkan menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi, sekaligus melindungi peternak dari kerugian berkepanjangan.
“Jika harga ayam atau daging ayam turun di bawah HET, BGN juga akan diminta menyerap di SPPG,” kata Budi.
Dengan kondisi surplus produksi yang belum terserap optimal, peternak berharap kebijakan ini benar-benar berjalan di lapangan, bukan sekadar wacana, agar harga kembali stabil dan usaha mereka tetap bertahan. (ivan)