Dishub Jatim mengakui bahwa pembukaan koridor baru tidak bisa dilakukan secara sederhana. Berbagai kepentingan harus diperhatikan, mulai dari keberadaan angkutan kota, angkutan pedesaan, hingga operator transportasi yang sudah beroperasi lebih dahulu.
Untuk itu, komunikasi intensif terus dilakukan dengan berbagai paguyuban angkutan guna mencari solusi yang saling menguntungkan.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah memanfaatkan jalur alternatif yang tidak sepenuhnya melewati jalan utama. Rute tersebut nantinya diarahkan langsung menuju kawasan industri sehingga dapat memenuhi kebutuhan mobilitas para buruh dan pekerja.
Pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan titik transportasi terpadu atau transport hub yang terhubung dengan kawasan industri strategis seperti Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).