Upaya penanganan juga dilakukan dengan mengoptimalkan drone water spray. Peralatan tersebut digunakan untuk melakukan pembasahan di sejumlah area guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Khofifah menyampaikan bahwa kondisi alam menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Angin kencang dan kabut sempat menghambat operasional helikopter water bombing.
Dua helikopter bahkan sempat tidak dapat beroperasi dan berada di kawasan Ranu Pani. Namun, pada Rabu pagi, helikopter tersebut kembali dapat digunakan untuk mendukung proses pemadaman.
“BNPB berharap secepat mungkin karena helikopter perbantuan diharapkan bisa dibuat memadamkan di provinsi lain,” kata Khofifah.