Hingga Selasa (25/8), operasi water bombing telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total 8.000 liter air yang dicurahkan ke kawasan terdampak kebakaran.
Operasi tersebut difokuskan pada dua titik api yang berada di bawah puncak Gunung Arjuno. Lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat menjadi alasan pemadaman udara terus diintensifkan.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga memanfaatkan helikopter untuk memantau kondisi kawasan terdampak. Pemantauan dilakukan guna memastikan lokasi titik api sekaligus mendukung percepatan penanganan karhutla.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim, luas area terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang hingga Selasa mencapai 146,85 hektare.