RSUD Notopuro menjadi salah satu rumah sakit yang menerima pasien dalam jumlah besar. Sekitar 200 santri dilaporkan menjalani penanganan medis di rumah sakit tersebut.
Emil mengatakan kedatangan pasien dalam jumlah ratusan terjadi dalam waktu yang cukup singkat. Meski demikian, seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.
“Jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini dalam waktu yang sangat pendek semuanya bisa ditangani. Nggak ada pasien yang terbengkalai,” ujar Emil.
Penanganan awal dilakukan dengan memberikan cairan melalui infus untuk membantu mengatasi dehidrasi. Setelah itu, pasien mendapatkan obat sesuai dengan kondisi masing-masing.
Tim medis juga memberikan perhatian khusus kepada santri yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Beberapa santri diketahui memiliki kondisi seperti asma maupun alergi terhadap obat tertentu sehingga membutuhkan penanganan yang disesuaikan.
Sejumlah santri yang kondisinya telah membaik sudah diperbolehkan pulang. Meski demikian, rumah sakit tetap berada dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi adanya pasien baru maupun kebutuhan penanganan lanjutan.