Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan di tingkat pedagang, BULOG Jatim bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Jatim terus mempercepat penyaluran pangan murah ke pasar-pasar tradisional dan pasar induk. Pada Sabtu saja, BULOG menggelontorkan sekitar 700 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 20.000 liter Minyakita melalui mitra binaan.
Langkah percepatan ini terbukti membuahkan hasil. Sepanjang Maret hingga September 2026, penyaluran beras SPHP di Jawa Timur telah menembus angka 130 ribu ton, atau mencapai 130,9 persen dari target awal perusahaan yang sebesar 98,7 ribu ton. Sementara itu, distribusi Minyakita telah menyasar 4.609 mitra binaan dengan total volume mencapai 18,5 juta liter.
Jaringan distribusi tersebut mencakup pasar tradisional, ritel modern, Rumah Pangan Kita (RPK), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga koperasi BUMN/BUMD.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga komoditas utama terkendali dengan baik. Harga beras medium terpantau berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500 per kilogram, dengan beras SPHP dijual di kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram. Sedangkan Minyakita dipasarkan pedagang dengan harga maksimal sekitar Rp15.700 per liter.
BULOG menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, serta aparat kepolisian untuk mengawal kelancaran rantai pasok dan mencegah lonjakan inflasi di seluruh wilayah Jawa Timur. (ivan)