Menurut Khofifah, berbagai kebutuhan pokok yang dijual dalam pasar murah dipatok di bawah harga pasar. Kondisi tersebut dapat dilakukan karena adanya subsidi dari Pemprov Jatim.
Subsidi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di daerah.
“Semua sembako yang dijual harganya berada di bawah standar harga pasar. Hal ini bisa terjadi karena memang ada subsidi dari Pemprov yang diharapkan bisa menguatkan daya jangkau masyarakat, serta membantu stabilisasi harga dan inflasi di berbagai daerah,” ujarnya.