Dalam program ini, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan mata. Penerima bantuan berhak mendapatkan kacamata berstandar optik dan bebas memilih bingkai sesuai selera. Kacamata tersebut membutuhkan waktu produksi sekitar dua minggu sebelum didistribusikan secara langsung ke sekolah masing-masing.
Bagi peserta yang terindikasi membutuhkan penanganan medis khusus pascapemeriksaan, Baznas akan merujuk mereka ke fasilitas kesehatan terkait.
Ghofirin berharap skema bantuan ini dapat diduplikasi oleh Baznas di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur agar jangkauan manfaatnya semakin meluas.
"Bismillah, kita ingin bersinergi dan berkolaborasi dengan Baznas seluruh kabupaten/kota di masing-masing daerah untuk bisa menduplikasi apa yang hari ini kita inisiasi di Jawa Timur," tambahnya.