Menurut Khofifah, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus mendukung proses awal pemulihan pascabencana.
“Ini hanya untuk memenuhi kebutuhan beberapa saat. Tetapi yang kita harapkan, ini bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.
Layanan Kesehatan Diperkuat
Selain bantuan logistik, Pemprov Jawa Timur juga memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Sejak 17 Agustus 2026, sebanyak tujuh dokter telah bergabung memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng. Kemudian pada 22 Agustus 2026, sebanyak 10 dokter dan perawat dari RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur turut diterjunkan untuk membantu pelayanan medis.
Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan empat orang untuk membantu penanganan trauma pada anak melalui layanan dukungan psikososial (LDP). Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan warga, khususnya anak-anak yang mengalami dampak psikologis akibat bencana.
Khofifah menegaskan, solidaritas antardaerah menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kebencanaan. Dukungan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan logistik, tetapi juga melalui tenaga kesehatan dan pendampingan psikososial sesuai kebutuhan masyarakat.