Menurutnya, nilai-nilai perdamaian harus diwujudkan dalam bentuk nyata, seperti rasa aman, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, serta kehidupan sosial yang harmonis. Langkah ini perlu dimulai dari pengendalian diri setiap individu yang kemudian tercermin dalam lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, kampus, hingga masyarakat luas.
Khofifah menilai Jawa Timur memiliki modal sosial yang kuat berupa tradisi gotong royong dan keberagaman yang dinamis. Keberagaman suku, agama, dan budaya tersebut harus dijadikan energi pemersatu, bukan pemicu perpecahan.