Gubernur Khofifah menegaskan bahwa potensi pasar Arab Saudi sangat strategis mengingat tingginya mobilitas jemaah setiap tahun. Saat ini, produk makanan siap santap (ready-to-eat) dari tiga pelaku usaha asal Jatim telah resmi menjadi pemasok kebutuhan haji.
"Kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah sangat besar, dan Jawa Timur siap mengisi rantai pasok tersebut. Kami ingin produk UMKM dan industri Jawa Timur tidak hanya hadir, tetapi menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan jemaah secara berkelanjutan," ujar Khofifah.
Selain produk makanan olahan, sektor perikanan seperti komoditas tuna sirip kuning dari Sendang Biru, Malang, serta produk pengalengan ikan dari Banyuwangi turut didorong untuk memperluas penetrasi pasar di Arab Saudi.
Tidak hanya sektor perdagangan, kunjungan ini juga berfokus pada perlindungan PMI melalui digitalisasi perbankan. Aplikasi JConnect Mobile milik Bank Jatim kini dapat diakses menggunakan nomor seluler lokal Arab Saudi untuk mempermudah transaksi dan pengiriman uang (remitansi).