Khofifah menjelaskan, penanganan kekeringan dilakukan melalui beberapa strategi jangka pendek dan panjang. Selain pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak, Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu potensi hujan di area yang memiliki pertumbuhan awan.
Di sisi lain, langkah teknis seperti pengerjaan jaringan pipanisasi juga terus berjalan di titik-titik rawan. Strategi ini digunakan untuk mengalirkan air langsung dari sumber mata air ke pemukiman warga.
"Pipanisasi sudah dilakukan di Kecamatan Singosari sepanjang 17 kilometer dari sumber air Gunung Arjuno. Wilayah sekitar Gunung Bromo juga sudah terpasang jaringan pipa sepanjang 11 hingga 16 kilometer," kata Khofifah. Sementara untuk wilayah Desa Pagak, Pemprov menjajaki potensi pembangunan sumur bor sebagai solusi permanen.