Menurutnya, keterpaduan langkah antardaerah menjadi kunci dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Hal tersebut juga membutuhkan kesamaan data dan pengukuran pembangunan agar program yang dijalankan dapat saling melengkapi.
“Ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama 38 kabupaten/kota bergerak dengan data yang sama, terukur, dan terpadu, Insya-Allah Jawa Timur akan semakin kokoh sebagai Gerbang Baru Nusantara,” katanya.
Khofifah menyebut, penguatan ekonomi daerah perlu melibatkan berbagai sektor yang memiliki kontribusi langsung terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. Dalam hal ini, UMKM dan koperasi dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Karena itu, peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, serta penguatan ekosistem usaha perlu terus dilakukan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM dan koperasi semakin produktif serta memiliki daya saing yang lebih kuat.
Selain UMKM dan koperasi, investasi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga iklim usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.