Dari Sekolah, Khofifah Bangun Ketahanan Pangan Jawa Timur

parlemen | 04 November 2026 08:14

 

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga melihat langsung praktik budidaya tanaman yang dilakukan para siswa melalui program SIKAP. Sejumlah komoditas yang dikembangkan di antaranya cabai, terong, seledri, tomat, dan kangkung.

 

Ia menjelaskan, program SIKAP dikembangkan di seluruh SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta di Jawa Timur. Program tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya ketahanan pangan sejak lingkungan sekolah.

 

“Melalui SIKAP, kami ingin bagaimana sekolah-sekolah itu menjadi bagian pembelajaran dan penguatan terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia, dimulai dari sekolah-sekolah di Jawa Timur,” ujarnya.

 

Khofifah menambahkan, pemanfaatan polibag sebagai media tanam juga menunjukkan hasil yang baik. Karena itu, metode tersebut dapat menjadi alternatif bagi sekolah yang tidak memiliki lahan luas untuk mengembangkan budidaya tanaman.

 

Selain meninjau kegiatan budidaya, Khofifah melihat pameran hasil program SIKAP Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo. Pameran tersebut menghadirkan sembilan stan dengan 32 jenis produk hasil kreativitas sejumlah satuan pendidikan.

 

Produk yang ditampilkan meliputi komoditas hortikultura seperti kentang, tomat, dan wortel. Selain itu, terdapat berbagai produk olahan pangan, mulai dari minuman bunga telang, ikan marinasi, dimsum, hingga puding.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

 

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah didampingi Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari juga menyaksikan penyaluran bantuan pendidikan afirmasi kepada 224 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kota Probolinggo.

 

Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan biaya pendidikan, khususnya bagi peserta didik dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah.

 

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada 20 siswa. Khofifah menyebut, penerima bantuan di Kota Probolinggo berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4.

 

“Kami keliling ke semua kabupaten/kota yang bisa dijangkau untuk memastikan bahwa ada beasiswa afirmasi. Di Probolinggo sebanyak 224 siswa yang berasal dari Desil 1 sampai 4,” katanya.