Khofifah menambahkan bahwa ekspor nonmigas—khususnya komoditas perhiasan atau permata—masih menjadi penopang utama. Nilai ekspor komoditas tersebut melonjak 40,30 persen, dengan peningkatan unit value mencapai 687,41 persen.
Selain itu, kelompok lemak serta minyak hewan/nabati juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 41,35 persen, dan menyumbang 7,91 persen terhadap total ekspor Jatim sepanjang Januari–Oktober 2025.
Di periode yang sama, Swiss menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas dengan nilai mencapai US$4,08 miliar. Komoditas yang dikirim didominasi oleh perhiasan/permata, disusul kendaraan beserta komponennya serta perkakas dan peralatan non logam mulia.
“Jatim mengirim ekspor ke Swiss dengan komoditas utama perhiasan/permata senilai sekitar US$4,08 miliar, diikuti kendaraan dan bagiannya serta berbagai perkakas non logam mulia,” terangnya.