Presiden mengingatkan bahwa tantangan bela negara di era modern semakin kompleks dan tidak lagi bersifat konvensional. Ancaman dapat hadir dalam bentuk perang siber, disrupsi teknologi, krisis energi, radikalisme, manipulasi informasi, hingga bencana alam yang kian sering terjadi.
“Dalam kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia,” tegas Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, situasi ini menjadi panggilan kemanusiaan sekaligus wujud nyata bela negara melalui solidaritas dan kepedulian antarsesama.