Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa gagasan pembangunan museum berasal dari keluarga Marsinah yang menginginkan adanya memorial yang benar-benar monumental dan bermakna.
“Museum ini akan menampilkan berbagai peninggalan Marsinah, seperti surat-surat perjuangan, catatan pribadi, buku harian, pakaian, serta dokumen perjalanan hidupnya sebagai aktivis buruh,” jelas Kapolri.
Ia menambahkan, pembangunan rumah singgah dan museum tersebut memiliki makna penting untuk merekam kegigihan Marsinah sejak kecil hingga dewasa dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
“Almarhum Marsinah membawa pesan dan cita-cita besar. Ia menjadi obor yang menyalakan semangat perjuangan buruh. Semangat itu harus terus dijaga dan diteruskan,” ujarnya.