Berdasarkan data BMKG Juanda, potensi curah hujan di Jawa Timur pada Januari 2026 diperkirakan meningkat signifikan. Jika pada Desember 2025 intensitas hujan berada di kisaran 20 persen, maka pada Januari dapat melonjak hingga sekitar 58 persen, sebelum kembali menurun pada Februari.
“Di beberapa wilayah Sumatera intensitas hujan berkisar 135 mm, sementara di Jawa Timur pada Januari bisa mencapai 300 sampai 400 mm. Ini kondisi yang harus benar-benar kita waspadai bersama,” tegasnya.
Sebagai langkah mitigasi, Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember 2025. Namun Khofifah menekankan bahwa upaya teknis perlu dibarengi dengan peningkatan kewaspadaan sosial dan spiritual.