Menurutnya, pasar murah menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi pangan.
“Pasar murah ini juga menjawab kebutuhan masyarakat. Mendekatkan layanan ke warga itu penting agar benar-benar menjangkau daya beli mereka. Selisih harga yang lebih murah tentu sangat membantu meringankan beban masyarakat,” imbuhnya.
Di pasar murah Desa Banjarsari, sejumlah komoditas dijual jauh di bawah harga pasar. Ayam potong yang biasanya mencapai Rp39.000 per kilogram, dijual Rp30.000 per kilogram. Telur ayam dari harga pasar sekitar Rp29.000 per kilogram, dilepas Rp22.000 per kilogram.