Ia menjelaskan, hasil pemantauan hilal di 117 titik di seluruh Indonesia menunjukkan posisi bulan belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh standar MABIMS.
Secara astronomi, tinggi hilal di Indonesia masih berada di bawah ambang batas, yakni antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, dengan sudut elongasi 4,54 derajat sampai 6,10 derajat. Sementara itu, kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Karena hilal tidak terlihat, pemerintah menetapkan metode istikmal, yakni menyempurnakan bulan Ramadan menjadi 30 hari.