Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan basis data, khususnya validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Kami mendorong percepatan pemutakhiran dan pemadanan data agar intervensi kebijakan tepat sasaran,” tambahnya.
Di sektor kesehatan, capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Timur per 1 April 2026 telah mencapai 97,71 persen atau sekitar 41,13 juta jiwa dari total 42,3 juta penduduk. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga mencatat capaian positif dengan menempati peringkat kedua nasional.
Program tersebut didominasi kelompok usia 40–59 tahun sebanyak 944.030 jiwa (28,92 persen), dengan partisipasi perempuan sebesar 58,44 persen dan laki-laki 41,56 persen.
Penguatan layanan kesehatan turut dilakukan melalui Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes). Pada 2025, Pemprov Jatim mendukung pembiayaan 1.001 perawat Ponkesdes di 21 kabupaten/kota melalui Bantuan Keuangan Khusus.