“Kalau perlu ada perlakuan yang agak istimewa karena dia memang kebetulan berada dalam posisi yang kurang kondusif untuk tujuan ibadah,” tuturnya.
Di sisi lain, Muhadjir mengapresiasi peningkatan kualitas layanan haji tahun ini. Ia menilai kebijakan penggunaan dua syarikah mampu mengurangi risiko jemaah terpisah dari rombongan. Selain itu, penambahan layanan fast track, termasuk dari Makassar, dinilai sebagai langkah positif dalam mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi.
“Kalau bisa semuanya fast track sehingga tidak perlu ada prosedur yang harus dilakukan ketika ada kedatangan. Semua sudah bisa disiapkan di sini,” ucapnya.
Ia juga memuji sinergi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang dinilai berjalan baik dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. (frchn)