Ia menegaskan, integritas bukan sekadar slogan anti korupsi, tetapi juga mencakup kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
“Jika dari bangku sekolah, kejujuran sudah menjadi budaya, maka ke depan kita akan memiliki pemimpin-pemimpin bangsa yang amanah dan visioner dari Bumi Majapahit,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa program Sekolah Berintegritas akan menjadi pilot project di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Menurutnya, masing-masing sekolah memiliki inovasi berbeda, mulai dari kantin kejujuran hingga kelas tanpa gadget.
“Mereka akan menjadi pilot project untuk dapat dikembangkan di sekolah-sekolah lainnya di Jawa Timur,” jelas Aries.