Ia menambahkan, pengembangan kendaraan listrik oleh SMK juga menjadi bentuk kontribusi generasi muda Jawa Timur dalam mendukung transisi energi hijau dan menekan emisi gas rumah kaca.
Bahkan, beberapa kendaraan listrik karya SMK disebut mulai dilirik industri untuk dikembangkan lebih lanjut hingga diproduksi secara massal. Hal itu dinilai menjadi sinyal positif bahwa hasil karya pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan pasar.
“Yang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ini rata-rata sudah mencapai 50 persen. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih impor,” ungkap Khofifah.
Gubernur Khofifah menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri yang bergerak cepat.